Drum

Drum
Salah satu faktor yang mempengaruhi lahirnya atau terbentuknya musik jazz adalah Marching-Band. Dalam hal apa marching band mempengaruhi lahirnya jazz? Jazz merupakan hasil kreasi para budak negro; mereka memainkan musik tersebut dengan menggunakan alat-alat marching band yang mereka beli dari toko loak. Jadi dari warna suara, bahkan sampai ke lagu-lagu serta marching beat-nya, para negro tersebut mencoba untuk meniru marching band. Pada waktu itu

(masa pre-jazz atau awal abad ke-20)
di New Orleans banyak terdapat marching band, brass-band, dan ensamble; terutama brass band yang dibentuk oleh para Negro
(bekas budak belian).

Beat marching band dibentuk (terutama) oleh drumming beat yang dimainkan oleh dua sampai tiga drummer. Yang pertama adalah pemain bas drum merangkap cymbal, yang kedua adalah pemain snare drum: dan yang ketiga (kalau ada) memainkan cymbal, wood block atau efek lainnya (pemain ini sering dijuluki dengan sebutan 'utility man').

Unit-unit drum tersebut disandang oleh masing-masing pemainnya; sambil dimainkan, sambil berjalan pula atau defile

(keliling kota, atau keliling kompleks)

atau diletakkan pada stand, bila ensamble atau brass band itu main di suatu tempat tanpa berjalan (defile). Anggotanya banyak, hingga butuh tempat yang lapang bila konser.

Pada tahun 1910, ditemukan system pedal untuk memainkan bas drum. Salah satu perintisnya adalah William F. Ludwig Sr. Kemudian unit-unit drum tersebut disatukan menjadi drumset yang terdiri dari bas drum

(26” 28”), snare drum, floor-tom, serta cymbal-cymbal yang digantungkan pada stand. Drumset tersebut dilengkapi dengan rak beroda untuk meletakkan aksesori dan perlengkapan drumming seperti stick, malet, wire-brush, wood-block, cow-bell, shaker dan lain-lain. Kadang masih ditambah dengan alat yang dapat mengeluarkan bunyi tiruan dari washboard.

0 comments:

Post a Comment